A.
Tujuan
Penelitian Sanad Hadis
Tujuan utama dari
penelitian sanad Hadis adalah untuk mengetahui kualitas suatu hadis apakah hadis
tersebut diterima (maqbul) atau ditolak (mardud). Tujuan penelitian sanad Hadis adalah untuk
pendokumentasian Hadis yang menyangkut pengumpulan dan pemeliharaan Hadis, baik
dalam bentuk tulisan atau dengan mengandalkan daya ingat yang setia dan tahan
lama dan untuk penentuan kualitas Hadis.[1]
1.
Untuk memelihara keberadaan Hadis.
2.
Untuk memelihara kemurnian Hadis
3.
Untuk memelihara kesinambungan Hadis
4.
Untuk mengetahui kualitas Hadis.
B. Urgensi Penelitian Hadis
Pertama, sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah
Alqur’an, hadis Nabi memiliki karakter yang berbeda dari Alqur’an. Alqur’an,
seluruh riwayatnya mutawâtir , sedangkan hadis ada kalanya diriwayatkan
secara mutawâtir ada pula yang ahad. Oleh karena itu, Alqur’an
dari sisi periwayatannya memiliki kedudukan yang qat’ial-tsubût
(kebenaran beritanya absolut).[2]
Berbeda dengan hadis yang ada kalanya qat’i
dan adakalanya bahkan banyak yang dzanni al-tsubût (kebenaran beritanya
relatif dan nisbi).Maka dari itu, dapat kita katakan bahwa seluruh ayat
al-Quran tidak perlu diteliti orisinalitas periwayatannya, sedangkan hadis
nabi, terutama yang berkategori ahad, perlu dikaji dan diteliti
orisinalitasnya.Sehingga dapat diketahui apakah hadis tersebut dapat
dipertanggungjawabkan periwayatannya dari Nabi atau tidak.
Kedua, seperti yang lazim diketahui, tidak semua hadis
telah tertulis pada zaman nabi. Mengingat akan setiap hadis tidak selalu
terjadi di hadapan orang banyak. Selain itu, tidak setiap hadis yang telah
ditulis para sahabat telah di cross-check di hadapan Nabi.Hal ini berimplikasi
bahwa hadis Nabi tidaklah terhindar dari kemungkinan adanya kesalahan
periwayatan.
Ketiga, timbulnya pemalsuan hadis. Gerakan pemalsuan
hadis ini mulai muncul pada tahun 40 an
H. pada masa Khalifah Ali bin Abi Tahlib.[3]
Pada mulanya, pemalsuan ini didorong oleh kepentingan politik.Terutama ketika
terjadi pertentangan politik antara Ali dan Mu`awiyah. Akan tetapi kemudian
menjalar tidak hanya pada faktor politik, melainkan juga kepentingan ekonomi,
menjilat pejabat dan lain sebagainya turut andil dalam meramaikan gerakan
pemalsuan hadis. Dengan adanya pemalsuan hadis, akan sulit sekali memisahkan
mana yang benar-benar berasal dari Nabi dan mana yang bukan. Di sinilah letak
mengapa penelitian ini urgen dilakukan.
Keempat, lamanya proses penghimpunan hadis.
Penghimpunan hadis secara resmi dan massal terjadi pada masa khalifah Umar Bin
Abdul Aziz yang wafat pada tahun 101 H. Dikatakan resmi karena penghimpunan itu
atas prakarsa dan kebijaksanaan Kepala Negara. Dan massal karena kebijaksanaan
tersebut ditujukan kepada para gubernur dan ulama hadis pada zaman itu.
Kemudian pada pertengahan abad ke 2 Hijriah muncul karya-karya himpunan hadis
di beberapa kota besar; Makkah, Madinah, Basrah. Dan puncak penghimpunan Hadis
ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 3 Hijriah.
Konsep Penelitian Sanad Hadis (Kritik Sanad) Bag. 1
[2] ______.
2015. Metodologi Penelitian Hadist. Diakses darai https://darunnajah.com/metodologi-penelitian-hadis/
[3] Azgar Muzakki.___. Sejarah Pertama Kali Terjadinya
Pemalsuan Hadits. Diakses dari : https://bincangsyariah.com/khazanah/sejarah-pertama-kali-terjadi-pemalsuan-hadis/
