Konsep Penelitian Sanad Hadis (Kritik Sanad) Bag. 2




A.    Tujuan Penelitian Sanad Hadis
Tujuan utama dari  penelitian sanad Hadis adalah untuk mengetahui kualitas suatu hadis apakah hadis tersebut diterima (maqbul) atau ditolak (mardud). Tujuan  penelitian sanad Hadis adalah untuk pendokumentasian Hadis yang menyangkut pengumpulan dan pemeliharaan Hadis, baik dalam bentuk tulisan atau dengan mengandalkan daya ingat yang setia dan tahan lama dan untuk penentuan kualitas Hadis.[1]
1.     Untuk memelihara keberadaan Hadis.
2.     Untuk memelihara kemurnian Hadis
3.     Untuk memelihara kesinambungan Hadis
4.     Untuk mengetahui kualitas Hadis.
B.    Urgensi Penelitian Hadis
Pertama, sebagai sumber hukum Islam yang kedua setelah Alqur’an, hadis Nabi memiliki karakter yang berbeda dari Alqur’an. Alqur’an, seluruh riwayatnya mutawâtir , sedangkan hadis ada kalanya diriwayatkan secara mutawâtir ada pula yang ahad. Oleh karena itu, Alqur’an dari sisi periwayatannya memiliki kedudukan yang qat’ial-tsubût (kebenaran beritanya absolut).[2]
Berbeda dengan hadis yang ada kalanya qat’i dan adakalanya bahkan banyak yang dzanni al-tsubût (kebenaran beritanya relatif dan nisbi).Maka dari itu, dapat kita katakan bahwa seluruh ayat al-Quran tidak perlu diteliti orisinalitas periwayatannya, sedangkan hadis nabi, terutama yang berkategori ahad, perlu dikaji dan diteliti orisinalitasnya.Sehingga dapat diketahui apakah hadis tersebut dapat dipertanggungjawabkan periwayatannya dari Nabi atau tidak.
Kedua, seperti yang lazim diketahui, tidak semua hadis telah tertulis pada zaman nabi. Mengingat akan setiap hadis tidak selalu terjadi di hadapan orang banyak. Selain itu, tidak setiap hadis yang telah ditulis para sahabat telah di cross-check di hadapan Nabi.Hal ini berimplikasi bahwa hadis Nabi tidaklah terhindar dari kemungkinan adanya kesalahan periwayatan.
Ketiga, timbulnya pemalsuan hadis. Gerakan pemalsuan hadis ini mulai muncul pada tahun 40 an H. pada masa Khalifah Ali bin Abi Tahlib.[3] Pada mulanya, pemalsuan ini didorong oleh kepentingan politik.Terutama ketika terjadi pertentangan politik antara Ali dan Mu`awiyah. Akan tetapi kemudian menjalar tidak hanya pada faktor politik, melainkan juga kepentingan ekonomi, menjilat pejabat dan lain sebagainya turut andil dalam meramaikan gerakan pemalsuan hadis. Dengan adanya pemalsuan hadis, akan sulit sekali memisahkan mana yang benar-benar berasal dari Nabi dan mana yang bukan. Di sinilah letak mengapa penelitian ini urgen dilakukan.
Keempat, lamanya proses penghimpunan hadis. Penghimpunan hadis secara resmi dan massal terjadi pada masa khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang wafat pada tahun 101 H. Dikatakan resmi karena penghimpunan itu atas prakarsa dan kebijaksanaan Kepala Negara. Dan massal karena kebijaksanaan tersebut ditujukan kepada para gubernur dan ulama hadis pada zaman itu. Kemudian pada pertengahan abad ke 2 Hijriah muncul karya-karya himpunan hadis di beberapa kota besar; Makkah, Madinah, Basrah. Dan puncak penghimpunan Hadis ini terjadi sekitar pertengahan abad ke 3 Hijriah.

Konsep Penelitian Sanad Hadis (Kritik Sanad) Bag. 1




[1] . Ibid, hal. 155
[2] ______. 2015. Metodologi Penelitian Hadist. Diakses darai https://darunnajah.com/metodologi-penelitian-hadis/
[3] Azgar Muzakki.___. Sejarah Pertama Kali Terjadinya Pemalsuan Hadits. Diakses dari : https://bincangsyariah.com/khazanah/sejarah-pertama-kali-terjadi-pemalsuan-hadis/

Disqus Comments