9.
Penyimpulan Kualitas Hadis
Setelah
langkah-langkah penelitian hadis selesai dilakukan, maka langkah terakhir yang
dilakukan adalah menyimpulkan kualitas hadis. Apakah hadis itu shahih, hasan,
da’if ataupun maudzu’. Apabila dalam penelitian hadis yang meliputi penelitian
sanad dan matan hadis tidak ditemukan kejanggalan dan kecacatan, maka hadis
tersebut dapat dikatakan hadis shahih. Hasil penyimpulan kualitas hadis harus
disertai argumen-argumen yang jelas.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Sanad ialah jalan yang menyampaikan kita kepada matan Hadis.
Rangkaian mereka itu disebut dengan sanad, sampai kepada generasi yang
membukukan Hadis-hadis telah menyebabkan terpelihara Hadis-hadis Nabi saw
sampai ke kita pada saat sekarang ini.
Tujuan dan manfaat penelitian sanad Hadis adalah untuk
pendokumentasian Hadis yang menyangkut pengumpulan dan pemeliharaan Hadis, baik
dalam bentuk tulisan atau dengan mengandalkan daya ingat yang setia dan tahan
lama dan untuk penentuan kualitas Hadis.
Faktor-faktor yang mendorong peneltian sanad adalah untuk
mengetahui status dan kualitas suatu Hadis, apakah dapat diterima atau ditolak,
tergantung pada sanad dan matan Hadis tersebut. Apabila sanad suatu Hadis telah
memenuhi syarat-syarat dan kriteria tertentu.
B.
SARAN DAN KRITIK
Demikian makalah ini, pemakalah susun tentang konsep penelitian sanad hadis
(kritik), pemakalah menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan agar dalam penyampaian makalah selanjutnya lebih
baik. Semoga makalah ini dapat menambah keilmuan dan memberi manfaat bagi kita
semua. Aamiin.
Konsep Penelitian Sanad Hadis (Kritik Sanad) Bag. 4
DAFTAR PUSTAKA
Azgar Muzakki.___. Sejarah Pertama Kali Terjadinya
Pemalsuan Hadits. Diakses dari : https://bincangsyariah.com/khazanah/sejarah-pertama-kali-terjadi-pemalsuan-hadis/
Bustamin dan M. Isa. Metodologi Kritik Hadis. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada. 2004
Husain, Ahmad. Kajian
Hadits Metode Takhrij. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 1993
Ismail, M.
Syuhudi. Kaedah Kesahihan Sanad Hadis. Jakarta:
PT Bulan Bintang. 1995
Khon, Abdul Majid. Ulumul Hadis. Jakarta: Hamzah. 2009
Masrur, Ali. Teori Common
Link G.H.A Juynbool
Melacak Akar Kesejarahan Hadis Nabi. Yogyakarta:
LkiS. 2007
Soebahar, M. Erfan. Menguak Fakta Keabsahan Al-Sunah. Bogor:
Kencana. 2003
Suryadi. Metode
Kontemporer Memahami Hadis Nabi Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf
al-Qardhawi. Yogyakarta: Teras. 2008
______. 2015. Metodologi Penelitian Hadist. Diakses
darai https://darunnajah.com/metodologi-penelitian-hadis/
